Inilah Foto dan Profil Lima dari Delapan Pria Pemerkosa Bergilir SR, Segera Lapor Polisi

0
80

Kepolisian Resor Pematangsiantar resmi mengeluarkan edaran lima dari delapan tersangka gadis remaja SR berusia 15 tahun, Selasa (10/1/2017) malam.

untitled

Kelimanya belum berhasil ditangkap polisi dan ditetapkan sebagai buron (Daftar Pencarian Orang). Polisi mengimbau bagi khalayak yang mengetahui keberadaan para pria bejat ini untuk segera melaporkannya.

Berikut daftar buronan dimaksud

untitled

Appek, pemerkosa berstatus pelajar kelas III SMK Melati. (Tribun-Medan.com/ Royandi Hutasoit)

Appek (17) Pelajar Kelas III SMK Melati, alamat Lorong 5 Kanan, Kecamatan Siantar Utara Kota Pematangsiantar, adapun ciri-cirinya yaitu tinggi 164 cm, rambut lurus, kulit sawo matang.

Sahat Siahaan, pelajar kelas X, tinggal di Lorong V kanan Kecamatan Siantar Utara, Kota Pematangsiantar. (Tribun-Medan.com/ Royandi Hutasoit)

Sahat Siahaan (19) Pelajar Kelas X SMA N 2 Pematangsiantar, alamat Lorong 5 Kanan, Kecamatan Siantar Utara Kota Pematangsiantar, adapun ciri-cirinya yaitu tinggi 160 cm, rambut ikal, berkumis, kulit hitam manis.

Johan Manik, mahasiswa pemerkosa SR beralamat di Siabtubatu, Kota Pematangsiantar. (Tribun-Medan.com/ Royandi Hutasoit)

Johan Manik (21) Mahasiswa, alamat Sibatu-batu, Kota Pematangsiantar, adapun ciri-cirinya yaitu tinggi 165 cm, rambut ikal berjambang, kulit sawo matang. Oo (17), Jalan Rakuta Sembiring, Siantar Utara, Kota Pematangsiantar, adapun ciri-cirinya yaitu tinggi 155 cm, rambut lurus, kulit sawo matang.

Mikael Sinaga alias Kael, pria 19 tahun pengangguran yang memerkosa SR. Mikael beralamat di Jalan Kemiri, Pematangsiantar. (Tribun-Medan.com/ Royandi Hutasoit)

Mikael Sinaga (19) Alamat Jalan Kemiri, Siantar Utara Kota Pematangsiantar, adapun ciri-cirinya yaitu tinggi 155 cm, rambut ikal sebahu, kulit sawo matang.

Oo, pria pemerkosa SR berstatus penganggura. Pria ini beralamat di Jalan Rakutta Sembiring simpang lorong 5 Kecamatan Siantar Utara, Pematangsiantar. (Tribun-Medan.com/ Royandi Hutasoit)

Oo, laki-laki berusia 17 tahun beralamat di Jalan Rakutta Sembiring Lorong 5 kanan Kecamatan Siantar Utara, Kota Pematangsiantar.

Kanit PPA Polres Pematangsaiantar, Aiptu Malon Siagian menyebutkan identitas ke lima tersangka yang belum ditemukan sudah dikirim ke seluruh jajaran polisi di seluruh Indonesia

“Kami sudah kirimkan DPO (Daftar Pencarian Orang) ke Polda, hari Rabu (4/1/2017) lalu. Selanjutnay nanti Polda lah yang melanjutkan ke Mabes kemudian dikirimkan ke seluruh Polsek-Polsek yang ada di Indonesia,” ujarnya di Mapolres Pematangsiantar, Selasa (10/1/2017).

Aiptu Malon menyampaikan bahwa mereka mendapat kendala melakuk@n penyelidikan yaitu korban sangat sulit dimintai keterangan karena masih mengalami trauma.

“Seperti kemarin tunggu kami bawalah dulu ke Pisikiater sampai tiga kali baru bisa kami mintai keterangan itupun belum semua dia ceritakan, seperti siapa yang menyundutkan rokok ke kemaluannya,” ujarnya.

Sebelumnya menurut pengakuan SR bahwa pelaku yang memperkosanya ada yang dia kenal. Kemudian salah seorang yang dikenal oleh SR, yaitu AG (15) menceritakan kepada polisi bahwa ada delapan pelaku tindakan bejat tersebut.

SR diperk0sa di kompleks SMP N 7 Pematangsiantar setelah dijemput dari rumah orang tua kandung SR.SR dibujuk ikut dengan alasan diajak makan dari pesan media sosial facebook salah terduga pelaku yang merupakan salah satu teman sekolahnya.

Kronologi Pemerk0saan Gadis Manis SR

Sungguh memilukan dan teramat sadis, seorang gadis remaja dilaporkan telah diperk0sa delapan pria. Beberapa di antaranya adalah temannya sendiri.

Usai diperk0sa bergiliran, teman-temannya dengan kejam menyulut organ vital korban dengan dengan rokok hingga terluka.

Kejadian ini menimpa seorang gadis yang masih duduk di bangku kelas 1 SMA, SR (15).

Menurut Hamdan (55), ayah angkat dari SR, putrinya dirudapaksa delapan pria.

Empat di antaranya adalah teman sekolahnya dari satu SMA di Kota Pematangsiantar.

Pemerk0saan terjadi di gedung satu SMP di Kota Pematangsiantar, Minggu (25/12/2016).

“Anak saya ini mendapat penganiayaan dan pemerk0saan ini di dua ruangan. Pertama di kantin sekolah. Kemudian di ruang kelas. Ada delapan orang yang melakukannya,” ujarnya kepadawww.tribun-medan.com.

Hamdan bilang SR mendapat luka bakar di bagian pahanya dan juga di bagian alat vitalnya.

“Anak saya ini ada luka di pahanya dan kemaluanya. Bekas sulutan rokok itu lukanya,” ujarnya.

SR saat ini terlihat masih terguncang. Dia sering kali pingsan dan sesaat kemudian sadar dan kembali menangis.

Pandangan matanya hanya diarahkan ke asbes rumah tempat dia dirawat.

Dijemput Teman

Sebelum mengalami pemerk0saan dan penganiayaan, SR (15) dijemput oleh teman sekolahnya bernama SS (15) dan Ag (15) pada Sabtu malam (24/12/2016).

SR (rambut panjang) saat dipapah keluarganya pascamelakukan visum di RSUD Djasamen Saragih, Selasa (27/12/2016). (Tribun Medan / Royandi)

SR dijemput dari rumah orang tua kandungnya yang berada di Karang Rejo, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun.

Awal diketahuinya SR (15) tidak berada di rumah ketika orang tua kandungnya mendatangi orang tua angkatnya di Pematangsiantar, Hamdan.

Setelah mengetahui anak angkatnya tidak pulang, Hamdan langsung melakuk@n pencarian.

Kemudian menjelang siang hari, teman sekolah SR yang menjemput kembali mengantarkanya ke simpang rumah orang tua kandung SR.

SR (15) terbaring lemas di rumahnya orangtua angkatnya, Senin (26/12/2016).

“Awalnya kepada kami dibilang (orang tua kandungnya) si SR enggak pulang ke rumah. Kami carilah, enggak ketemu. Cuma siangnya SR kembali ke rumah dalam keadaan linglung dan lemas,” ujar Hamdan, ayah angkat SR.

Kata Hamdan, melihat keadaan anaknya yang linglung mereka pun menanyakan apa yang terjadi kepada anaknya.

Kemudian anaknya menjawab bahwa dirinya mendapat perkosaan dan penganiayaan dari delapan orang.

“Ada delapan orang yang ngerjain anak saya ini. Ada teman sekolahnya. Cuma lain kelas. Ada dua orang yang dia kenal. Ada yang mahasiswa juga katanya pelakunya,” ujarnya.

Kata Hamdan, mereka punya foto dari teman yang menjemput SR, dan saat foto-foto tersebut ditanyakan kepada SR. SR Kemudian menjerit dan meronta ketakutan.

“Asal ditengoknya foto yang kami dapat dari FB teman yang jemput dia itu, langsung ketakutan dia. Kadang dia teriak supaya dilepaskan dia,” ujarnya.

RIS, mahasiswa berusia 20 tahun, tersangka pemerkosa bergilr gadis SMA di Pematangsiantar, Rabu (28/12/2016). (Tribun-Medan.com/ Royandi)

Tiga Pelaku Sudah Dapat

Tiga orang terduga pelaku pemerkosa dan penganiaya remaja 15 tahun di SMP N 7 Pematangsiantar yang ditangkap polisi sudah dijadikan tersangka oleh Mapolres Pematangsiantar.

Dua dari tiga tersangka ini ternyata adalah mahasiswa yang belajar di universitas yang ada di Kota Medan dan satu orang lagi tersangkanya adalah teman sekolah si remaja 15 tahun, SR.

Ketiga orang ini adalah, Ag (15), RIS (20) dan JS (20).

Seperti diketahui, SR, gadis remaja 15 tahun yang diperk0sa beramai-ramai oleh delapan pria bejat berstatus pelajar dan mahasiswa akhirnya divisum pada Selasa (27/12/2016).

Gadis yang bernasib nahas yang dibuat delapan pria bejat ini divisum di RSUD Djasamen Saragih.

“Tiga orang tersangka. Satu orang mengaku mahasiswa di Universitas Dharma Agung. Satu teman sekolah korban. Satu lagi itu orangnya,” ujar Aiptu Malon Siagian, Kanit PPA Mapolres Pematangsiantar, Rabu (28/12/2016).

Kemudian saat wartawan menanyakan kepada JS dia kuliah di mana, ia menyampaikan bahwa dia mahasiswa di Politeknik Negeri Medan.

“Polmed bang,” ujarnya.

Polisi menyampaikan bahwa Ag (15) datang sendiri setelah SR melapor, RIS (20) ditangkap Jalan Cendana, Kelurahan Sukadame, Kecamatan Siantar Utara, dan JS (20) ditangkap dari Jalan SM Raja, Kelurahan Bane, Kecamatan Siantar Utara.

Saat ditangkap RIS mengantongi ganja, dan tiga orang temannya sesama pencandu sabu turut diamankan. Sedangkan JS ditangkap saat sedang berduaan dengan teman wanitanya.

Sebelumnya menurut pengakuan SR bahwa pelaku yang memperkosanya ada yang dia kenal.

Kemudian salah seorang yang dikenal oleh SR, yaitu AG (15) menceritakan kepada polisi bahwa ada delapan pelaku tindakan bejat tersebut.

Ruangan agama SMP N 7 Pematangsiantar yang dijadikan lokasi pemerk0saan SR.

SR diperk0sa di kompleks SMP N 7 Pematangsiantar  setelah dijemput dari rumah orang tua kandung SR.

SR dibujuk ikut dengan alasan diajak makan dari pesan media sosial Facebook salah terduga pelaku yang merupakan salah satu teman sekolahnya.

Facebook Comments
loading...

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY