Muncul Kisah Menakjubkan Lain di Balik Suksesnya Penyamaran Polisi Mengelabui Ius Pane

0
82

Netizen memuji kepiawaian polisi dalam mengungkap pembunuhan di Pulomas meski demikian kisah penyamaran polisi tuai kekaguman netter, Senin (2/1/2017).

untitled

Seperti apa sih penyamaran polisi yang panen pujian?

Seperti dilaporkan Jefri Susetio Reporter Tribun-Medan.com, Anto seorang warga merasa kaget, dua pemuda yang minum kopi di kantin Pool Bus ALS merupakan anggota polisi.

Karena itu, ia berpendapat penyamaran anggota polisi sangat bagus.

“Kalau aku sebut penyamarannya bagus. Kayak kalian ini (wartawan) pakai pakaian kemeja dan kaus. Kemudian, duduk-duduk di kantin, kami anggap mahasiswa ataupun penumpang biasa,” ujarnya di kantin Pool Bus ALS, Minggu (1/1/2017) siang.

Tersangka perampokan sadis di Pulomas Ridwan Sitorus alias Ius Pane ditunjukkan oleh pihak kepolisian saat tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu (1/1/2017). Ius Pane yang merupakan buron tersangka perampokan sadis di Pulomas ditangkap saat turun dari bus Antar Lintas Sumatera (ALS) di Medan saat akan melarikan diri. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN

Dia menyampaikan, dua polisi yang berpakaian preman itu sudah menunggu kedatangan bus, sehari sebelum penangkapan.

“Saya baru tahu mereka polisi saat bus tiba tadi pagi. Kemudian melakuk@n penangkapan di parkir belakang saat penumpang turun. Tiba-tiba ramai rupanya polisi semua tadi,” katanya.

Menurutnya, petugas kepolisian sudah mengikuti Bus ALS dari Bogor, Jawa Barat.

Sehingga, mereka langsung memasuki bus yang bernomor pintu 333 tersebut.

“Mungkin sudah tahu polisi itu, karena begitu bus masuk langsung mereka berhentikan. Apalagi mereka sudah lama menunggu di sini. Jadi saya pikir cocoklah ditangkap perampok itu,” ujarnya.

Melalui kolom komentar pada berita Tribunnews di atas, muncul cerita-cerita netizen tentang penyamaran menakjubkan lainnya oleh polisi.

Akun dengan nama Tiwi Puspita Sari satu di antaranya.

Ia cerita tentang polisi wanita yang tak lain tetangganya.

Menurut Tiwi tetangganya tersebut total kalau sedang menyamar untuk menangkap penjahat.

Polwan tersebut menurut Tiwi sampai harus lapor ketua RT tempat tinggalnya supaya tak salah paham akibat penyamaran tersebut.

Si ketua RT kemungkinan telah berkomitmen untuk tak membocorkan penyamaran polwan tersebut.

“Ada tetangga yg jadi polwan. Memang totalitas banget kalau lagi menyamar.”

“Sampe kadang beliau harus konfirmasi ke pak RT karna akan menyamar menjadi PSK untuk beberapa hari.”

“Pulang subuh pake pakean sek$i juga.”

“Salut lah semoga untuk kasus yg lain cekap tanggap seperti ini.”

“Dan lagi jika yg menjadi korban dari kalangan kebawah.”

“Semoga perlakuannya akan sama.”

Demikian komentar Tiwi.

Cerita lain dari akun Facebook dengan nama Vita Kurnia Fahrianti.

Seperti diketahui polisi dikenal dengan potongan rambut cepak dan rapi namun ia pernah menjumpai hal yang tak disangka.

“Aku sendiri jg salut sama penyamaran bapak polisi, hebat sekali , aku kira yang gondrong pake kalung rante itu preman ternyata intel nya polisi,” imbuh Vita.

Akun lain dengan nama Elang Jajo menulis tebakan penyamaran polisi saat meringkus Ius Pane.

“Nyamar jdi pemulung y pak….” Tulisnya.

Komentar-komentar netizen menunjukkan tentang polisi yang melakuk@n berbagai cara untuk mengungkap kejahatan satu di antaranya melakuk@n penyamaran.

Aksi penyamaran dan selalu terlibat langsung dengan pelaku kejahatan membuat nyawa polisi terancam.

Apalagi kalau sampai ketahuan, makanya aksi penyamaran polisi selalu dengan perhitungan matang dan dilakukan dengan cara profesional.

Polisi yang menyamar biasanya melepas atribut yang menunjukkan kalau dirinya seorang polisi.

Kasus Pulomas

Kasus pembunuhan sadis Pulomas berawal dari Komplotan Ramlan Butarbutar melakuk@n perampokan.

Sadis 11 orang ditumpuk dalam ruangan sempit toilet berukuran 1,5 meter x 1,5 meter.

Enam orang tewas dan lima orang di antaranya selamat meski harus jalani perawatan serius.

Awalnya muncul dugaan kasus ini bukan perampokan lantaran demikian sadis apa yang dilakukan para pelaku, terlebih latar belakang korban nota bene kepala keluarganya, Dodi Triono seorang jutawan yang baru saja memenangkan tender proyek besar.

Berdasarkan relaman CCTV polisi berhasil menangkap Ramlan lalu menyusul tertangkapnya anggota-anggota komplotan lainnya.

Ius Pane menjadi anggota komplotan yang berhasil ditangkap terakhir, sementara Ramlan si otak perampokan harus tewas setelah kehabisan darah akibat tembakan polisi.

Menurut aparat Ramlan ditembak polisi lantaran melawan dengan parang saat ditangkap.

Ramlan memiliki catatan kelam ia dikenal sebagai perampok yang kejam.

Meski kakinya pincang dan jalan tertatih-tatih ia sangat sadis saat berksi, ia tak segan-segan melukai korbannya yang melawan.

Facebook Comments
loading...

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY